Anak Laki Laki Anda Senang di Dapur ? Ini Manfaatnya Bagian 2

* Aspek sosial emosional.

Memasak membutuhkan kesabaran. Pada kegiatan ini anak dilatih mengerjakan sesuatu dengan sabar hingga selesai. Entah saat memotong 3 buah wortel atau ketika mencetak kue kering, semua harus sampai tuntas. Kesabaran pun dibutuhkan saat anak menunggu hasil masakan atau kuenya masak/matang. Dari segi sosial, kegiatan memasak mendorong anak bernteraksi dengan orang lain di sekitarnya; dengan Mama, Papa, atau si mbak. Jika di sekolah, dengan guru dan juga teman-temannya. Kala harus berbagi tugas dalam menyelesaikan masakan/kue yang dibuat, anak pun belajar bekerja sama.

* Aspek psikomotorik

Mencuci bahan-bahan masakan, memetik sayuran, mengulek, memilah, mengaduk, dan sebagainya merupakan kegiatan yang akan merangsang keterampilan motorik buah hati.

* Aspek kemandirian

Meski tetap dalam pengawasan orangtua, saat memasak anak sebenarnya dilatih untuk melakukan sesuatunya sendiri. Dari menyiapkan bahan-bahan masakan beserta peralatannya hingga merapikan bila sudah selesai. Kemandirian yang dibangun sejak dini dapat menjadi bekal bagi dirinya di kemudian hari. Jika suatu hari nanti anak ingin menikmati suatu menu sederhana, dia bisa memasak sendiri.

* Aspek pengetahuan dan seni.

Ketika memasak, berbagai pengetahuan seperti mengenai warna, bentuk, hitungan, angka, konsep lama-sebentar, banyaksedikit, dapat diperkenalkan. Kreativitas seni si prasekolah pun terstimulasi, misal, pada saat ia mebentuk kue kering sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Cara Menyenangkan

Nah, ingin anak mendapatkan manfaat memasak juga? Silakan coba tip-tip di bawah ini:

Ajaklah anak memasak bersama.

Cari waktu yang tepat untuk memasak/membuat kue bersama. Umumnya di hari libur atau saat Mama/Papa serta si kecil berada di rumah. Libatkan seluruh keluarga, ingat, tak perlu melihat apakah si kecil anak lelaki maupun perempuan. Dengan dukungan orangtua, kegiatan memasak bisa menjadi hobi bahkan profesi kelak.

Dampingi anak.

Si prasekolah masih harus didampingi, entah dalam memilih bahan masakan, menyiapkan peralatan terutama elektronik, hingga melakukan kegiatan memasak, dan sebagainya. Orangtualah yang menentukan apa saja yang boleh dan tidak terkait dengan keamanan di dapur. Jangan lupa menanamkan pentingnya kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum masak, merapikan peralatan sesudah masak, dan sebagainya. Oh ya, kita boleh juga mendandani anak seperti seorang chef professional dengan dipakaikan celemek dan topi memasak, sehingga kegiatan ini tambah seru dan fun.

Buatlah masakan sederhana.

Mulailah kegiatan memasak dari yang sederhana, seperti membuat roti isi di pagi hari. Biarkan anak membuatnya sendiri; dari mengoleskan mentega pada roti, memotong mentimun dan tomat untuk ditaruh di atasnya, membuka bungkusan keju lapis tipis, lalu menyusun satu per satu bahan di atas roti, hingga menutup bagian atasnya dengan roti. Nah, tunggu apa lagi? Canangkan jadwal memasak bersama di minggu ini dan lihat antusiasme si prasekolah! Pasti seru….

Sumber : Portal Gaya Hidup Pria dan Wanita

Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Harus Bunda…

Saat memasuki usianya yang ke 3 bulan, tentu saja si kecil sudah mengalami banyak perubahan. Ya, salah satunya bahwa ia sudah menyadari situasi lingkungan,...
Coughter
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *