RAWA AOPA WATUMOHAI, KEINDAHAN TERSEMBUNYI DI TANAH SULAWESI

RAWA AOPA WATUMOHAI

Siapa bilang Taman Nasional tak akan menjadi obyek wisata yang luar biasa. Sebaliknya, tempat ini akan memberikan pengunjung suatu suasana liburan yang berbeda dalam menikmati alam. Ezytravelers harus mencoba berkunjung ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

Kelihatan asing di telinga ya? seperti kata pepatah bilang “tak kenal maka tak sayang”. Jadi kenali Rawa Aopa Watumohai maka kalian akan mencintai tempat ini.

RAWA AOPA WATUMOHAI

Taman Nasional yang tersembunyi di Pulau Sulawesi tak banyak diketahui orang. Pamor yang kadang tak terendus membuatnya dilupakan. Padahal, Rawa Aopa Watumohai merupakan wilayah terdepan dan terpenting dalam pemeliharaan lingkungan.

Mereka merupakan kesatuan ekosistem yang lengkap mulai dari rawa, hutan pantai, sabana, bakau serta hutan hujan dataran rendah dengan berbagai flora fauna endemik dan langka.

Jika dilihat dari ukurannya, Taman Nasional ini luasnya sekitar 105.000 hektar. Dengan taman seluas itu, menjadikannya sebagai rumah bagi 155 jenis burung, yang 32 diantaranya tergolong langka dan 37 adalah jenis endemik.

Dari banyak jenis, ada yang memikat perhatian yaitu Burung Kacamata Sulawesi. Ciri khas burung ini yaitu mempunyai lingkaran putih di mata yang sempat menghilang selama puluhan tahun dan sekarang kembali lagi di Rawa Aopa Watumohai.

Kawanan burung Aroweli akan menghiasi pemandangan rawa ketika musim migrasi. Burung yang lebih dikenal dengan nama bangau putih susu ini termasuk burung langka dan wajib dilindungi, jadi jangan coba-coba untuk menangkapnya ya! suasana nyaman pun dapat dinikmati ketika berkunjung ke Taman Nasional ini.

Ada beberapa tempat yang bisa dijadikan alternatif wisata, yaitu padang savana seluas 23.000 hektar yang tampak seperti padang golf. Satu lagi padang savana yang berbukit-bukit seperti layaknya bukit Teletubbies. Padang savana ini didominasi oleh aneka tumbuhan dari alang-alang dan yang lainnya.

Secara sepintas, permukaan tanah ditutupi warna kehijauan. Nah, kalian disini bisa memanjakan mata dengan pemandangan hijaunya.

Belum cukup sampai disitu, kalian juga bisa mencoba menjelajahi zona bakau yang biasa digunakan masyarakat lokal untuk mencari ikan, kepiting, dan udang. Tapi dibalik itu semua, hutan bakau digunakan sebagai tameng dari serangan abrasi laut.

Bahkan, pada tahun 2011 sempat dinobatkan sebagai Situs Ramsar yaitu area lahan basah yang dimanfaatkan untuk konservasi demi kelangsungan kelestarian bumi. Begitu pentingnya Taman Nasional ini kadang tak sesuai pamornya yang meredup. Pesan tiket pesawat ke Kendari di www.ezytravel.co.id

Sumber: Hellosemarang